BENGKALIS || Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (17/10/2026). Di tengah kondisi gambut yang kering dan tiupan angin, tim berhasil memadamkan sebagian area terbakar, tetapi sejumlah titik masih mengeluarkan asap tipis.
Sebanyak 19 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari tujuh personel TNI, dua personel Polsek Pinggir, dua personel MPA, serta delapan personel BPBD.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Hingga laporan terakhir, tim telah memadamkan sekitar 0,2 hektare, sementara 0,8 hektare lainnya masih dalam penanganan.
Personel gabungan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi gambut yang tipis dan kering, cuaca mendung, serta tiupan angin yang berpotensi memicu munculnya kembali titik api. Situasi tersebut menuntut petugas untuk terus memantau area terdampak agar kebakaran tidak meluas.
Untuk menjangkau lokasi kebakaran, petugas terlebih dahulu membuka jalur darurat dengan menebas cabang pohon dan ranting menggunakan parang. Tim juga mengoperasikan tiga unit mesin Mini Stracker beserta perlengkapan selang dan nosel untuk mendukung proses pemadaman.
Petugas memprioritaskan pemadaman dari bagian kepala api ketika titik api kembali muncul. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi penjalaran api ke area lahan lainnya.
Hingga pemantauan terakhir, asap tipis masih terlihat di sebagian titik. Tim gabungan terus melakukan penanganan dan pengawasan untuk memastikan kondisi kebakaran terkendali.
Sementara itu, penanggulangan karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti dilaporkan nihil. (A-R)












